Saat orang membayangkan "marketing yang baik", mereka membayangkan hal besar: kampanye yang cerdik, peluncuran yang jadi trending, video yang dibagikan semua orang. Untuk perusahaan berisi satu sampai sepuluh orang, gambaran itu jebakan. Ia memasang standar yang mungkin Anda capai dua kali setahun, lalu membuat Anda merasa bersalah selama lima puluh minggu sisanya.
Marketing yang baik untuk tim kecil terlihat jauh lebih membosankan. Dan jauh lebih efektif.
Ini soal konsistensi, bukan kecemerlangan
Satu prediktor terbesar apakah marketing sebuah perusahaan kecil berhasil adalah apakah marketing itu terus terjadi. Satu postingan hebat per kuartal selalu kalah dari tiga postingan lumayan per minggu. Efek bunga berbunga adalah inti permainannya.
Pola kegagalannya
Hampir tidak ada tim kecil yang gagal di marketing karena kontennya kurang cerdik. Mereka gagal karena berhenti. Kuburan itu penuh akun dengan dua belas postingan hebat lalu sunyi.
Empat hal yang sungguh penting
- Tampil dengan ritme. Pilih frekuensi yang bisa Anda pertahankan dan jaga seperti rapat standup harian.
- Terdengar seperti diri sendiri. Suara yang konsisten mengalahkan suara yang rapi tapi generik. Orang mengikuti orang.
- Sampaikan satu hal yang jelas setiap kali. Satu ide per postingan. Simpan nuansanya untuk postingan berikutnya.
- Arahkan ke suatu tempat. Sesekali, mintalah hal yang Anda mau: daftar, coba gratis, balasan.
— Pola yang terus kami lihatTim yang menang bukan yang paling kreatif. Mereka adalah tim yang tidak pernah diam.
Mengapa ini kabar baik
Kalau marketing yang baik bergantung pada kecemerlangan, Anda akan buntu, karena kecemerlangan tidak bisa dijadwalkan. Tapi konsistensi adalah masalah sistem, dan masalah sistem bisa diserahkan. Itulah alasan kami yakin tim kecil tidak seharusnya memilih antara membangun produk dan mengisi kanal.

Dapatkan ritmenya, dan momen cerdik akan datang sendiri. Dampaknya lebih besar, karena saat momen itu tiba, audiensnya sudah ada.



